Parenting #9 : Cara Efektif Dampingi Anak #BelajarDariRumah Agar Lebih Menyenangkan

KLINIKGURU.com - Selama masa pandemi, jutaan siswa-siswi di Indonesia diharuskan melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Termasuk halnya dengan tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang tentu masih perlu perhatian khusus untuk mensukseskan pembelajaran daring tersebut. Namun, banyak orang tua yang belum mengetahui ataupun mendampingi belajar anak yang efektif saat ini. Menurut survei yang dilakukan kemendikbud banyak orang tua siswa SD mengalami kebingungan dan mengalami kesulitan untuk terlibat dan memahami pelajaran anaknya.
Anak usia TK dan SD tentu membutuhkan pendampingan dan metode khusus saat belajar dari rumah untuk membantu mereka menyerap ilmu serta membangun kemampuan kognitif dan motorik dasar. Jadi sebagai orang tua perlu memahami cara tersebut agar anak dapat belajar dengan maksimal, apalagi disituasi pandemi ini, anak akan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Dan berikut beberapa tips yang bisa dijadikan pedoman orang tua dalam mendampingi belajar dari rumah agar lebih efektif dan menyenangkan.
  1. Kenali Metode Belajar Anak yang Paling Ideal
    Penggunaan buku paket dari sekolah tentu kurang ideal digunakan saat belajar dirumah. Pada anak usia 12-15 atau kakak tingkat diatas usia TK - SD saja cepat mengalami kebosanan, oleh karena itu buku paket tidak ideal digunakan. Perlu beberapa eksperimen atau memodifikasi metode belajar seperti apa yang diminati anak dengan mengamati daya tangkap dan minat belajar mana yang lebih disukai pada metode tertentu.
    • Metode Belajar Visual merupakan kegiatan belajar yang dominan menggunakan media gambar atau alat peraga berwarna seperti animasi maupun video. Gestur tubuh dan mimik wajah pembelajar juga dapat membantu anak memahami materi yang diajarkan untuk anak yang memang suka dengan gaya belajar visual.
    • Metode Belajar Audio adalah metode yang dominan melibatkan suara, baik pemberi materi ataupun sesama teman belajar. Intonasi, Volume, dan Artikulasi suara menjadi hal penting untuk memahami materi bagi anak dengan gaya belajar ini. Anak dengan gaya belajar ini perlu membaca materi dengan suaranya sendiri agar dapat mengingat lebih mudah. Orang tua dapat membantu dengan menceritakan kembali dalam bentuk dongeng atau cerita yang menarik.
    • Metode Belajar dominan Gerakan adalah gaya belajar dimana lebih dominan melibatkan gerak tubuh. Kegiatan belajar ini dilakukan secara langsung seperti percobaan sederhana atau merakit benda seperti pemanfaatan dengan media lego. Anak dengan metode belajar ini tidak dapat hanya dengan duduk diam dan perlu diajak aktif gerak dalam belajar agar mudah memahami apa materi yang dipelajari.
    Berbagai studi menunjukan bahwa mengajarkan anak dengan gaya belajar yang tepat sejak dini, berhubungan erat dengan peningkatan kondisi kognitif dan psikologi saat meraka dewasa. Hal ini juga mempengaruhi kepercayaan diri serta meningkatkan penyerapan materi lebih efektif.
  2. Persingkat & Beri Jeda Waktu Belajar
    Dampak buruk dari pemberian waktu belajar terlalu lama adalah siswa lebih sulit berkonsentrasi dan akan mudah merasa bosan serta sulit menyerap materi secara maksimal. Pada usia anak TK dan SD kemampuan menyerap informasi materi pelajaran secara maksimal adalah jika belajar dilakukan sekitar 15-20 menit. Bila banyak materi yang akan diajarkan tentu orang tua perlu memberikan jeda sekitar 10 menit untuk istirahat agar anak tidak kelelahan dalam mencerna materi.
  3. Menceritakan atau Menjelaskan kembali
    Seringkali anak mengalami kesulitan menyerap atau mengingat materi karena ada kosakatan yang sulit dilafalkan oleh anak. Mungkin beberapa adalah kosakata mudah bagi orang dewasa tapi akan sangat sulit bagi anak usia TK maupun SD, misalnya seperti metamorfosis, fotosintesis, metabolisme dan lainnya. Oleh karena itu orang tua ataupun guru pembimbing perlu mencari kata yang mudah dicerna anak tapi masih berhubungan dengan kosakata pada umumnya agar nantinya anak bisa lebih paham dan mampu mengingat juga menjelaskan ulang yang baru saja dipelajari.

    Di akhir pembelajaran, tentulah minta anak untuk menceritakan kembali dengan gaya mereka sendiri dan perbaiki jika memang ada kekeliruan yang anak pahami. Hal ini membantu anak lebih memahami dan mengingat pelajaran yang baru saja diterima. Teknik inipun bisa dibiasakan untuk diterapkan pada anak usia dini hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Selain 3 Tips diatas tentunya orang tua bisa mengembangkan lebih kreatif lagi dalam mendampingi anak belajar selama masih #BelajarDariRumah. Misal, anak yang sudah mengikuti pembelajaran dengan baik perlu diberi apresiasi seperti memberikan makanan ringan kesukaannya, kesempatan bermain yang diminati anak, atau cukup dengan kata-kata semangat dan pujian.

Dukungan dari orang terdekat anak pasti sangat berpengaruh dalam prestasi belajar anak. So, tetap beri poin terbaik untuk anak dan bimbing anak agar mampu belajar lebih baik agar dia selalu bersemangat saat belajar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi sahabat KLINIKGURU sekalian. Semoga saja pandemi ini bisa segera usai agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal lagi disekolah. Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan dimanapun kita berada. Terimakasih ~


Referensi : THECONVERSATION dengan perubahan

Insert code: <i rel="code">Put code here</i> or <i rel="pre">Put code here</i>
Insert image: <i rel="image">Put Url/Link here</i>
Insert title: <b rel="h3">Your title.</b>
Insert blockquote: <b rel="quote">Put text here</b>
Bold font: <b>Put text here</b>
Italics: <i>Put text here</i>

2 Komentar

  1. 😀 seperti kakak zaki sebelum belajar melukis setelah belajar tugasnya melukis lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa sambil ngembangin dan ngasah skil lukisnya itu. lanjutkan.😀😀

      Hapus