Parenting #3 : Mom, Yuk Kenali 3 Gaya Belajar Anak agar Belajar Lebih Menyenangkan
KLINIKGURU.com - Mendampingi anak belajar dari rumah seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, ditambah kadang materi pelajaran sudah jauh berbeda yang mungkin belum dipahami orang tua. Oleh karenanya tak jarang anak-anak mengalami kesulitan dalam belajar karena materi sulit dicerna. Di Sekolah anak disuguhkan dengan situasi kondusif dan dibimbing oleh pengajar yang tahu dibidangnya, sedangkan dirumah anak disuguhkan dengan situasi nyaman dan banyak mainan, meski itu hari sekolah tentu akan terasa seperti hari libur dengan tambahan seperti belajar dan mengerjakan PR. Sehingga belajar dirumah menimbulkan tekanan lain baik bagi orang tua ataupun anak.Mengacu pada "Buku Seri Pendidikan Orang Tua : Mendampingi Anak Belajar Di Rumah - KEMENDIKBUD", orang tua bisa belajar mengenali gaya belajar anak agar bisa diterapkan sesuai kebutuhan. Selain itu menerapkan gaya belajar yang tepat tentu akan membuat kegiatan belajar anak jadi lebih menyenangkan dan tentu saja nyaman. Setidaknya ada 3 gaya belajar anak yang harus orang tua kenali dan pahami, sebagai berikut :
- Gaya Belajar Penglihatan (Visual)
Anak dengan gaya belajar Visual, lebih suka dan mudah menerima informasi dengan cara melihat. Seperti misalnya, buku dengan gambar atau desain menarim tentu akan membuat anak fokus dan mudah dipahami. Hanya saja, anak biasanya akan sukar menerima informasi pelajaran secara lisan apabila tanpa ada dukungan visual.
- Ciri-ciri :
- Lebih mudah mengingat dengan melihat.
- Jika berbicara terkadang cenderung cepat.
- Lebih suka membaca & Lebih suka mendemontrasikan daripada menjelaskan.
- Tidak terganggu oleh suara ribut.
- Tahu apa yang harus dikatakan, tapi cenderung sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata.
- Tertarik seni lukis, pahat atau gambar daripada seni musik.
- Sering lupa jika harus menyampaikan pesan secara verbal.
- Kiat Untuk Orang Tua :
- Gunakan lebih banyak gambar dan multimedia seperti video yang berhubungan dengan materi yang dipelajari.
- Sajikan materi belajar dalam bentuk komik cerita.
- Buat tata ruang yang menarik, misal dengan dekorasi karya anak.
- Sedia spidol warna untuk penanda hal penting dalam buku.
- Ajak anak membaca buku yang bisa membuatnya berilustrasi dengan ceritanya.
- Ajak anak untuk mengilustrasikan ide-idenya dalam benuk gambar.
- Ciri-ciri :
- Gaya Belajar Pendengaran (Auditori)
Anak dengan gaya belajar ini biasanya lebih sensitif terhadap suara dan memiliki minat yang tinggi terhadap musik. Ia mudah bosan bila harus membaca puluhan halaman. Oleh karenanya, anak dengan gaya belajar auditori akan lebih senang belajar dengan cara diskusi atau mendengarkan penjelasan dari guru atau pembimbing.
- Ciri-ciri :
- Mudah ingat dari hal yang didiskusikan atau di dengar.
- Sulit belajar dengan suasana ribut.
- Senang dibacakan atau mendengarkan.
- Pandai bercerita, dan lebih suka menulis kembali sesuatu.
- Lebih suka humor lisan dibanding baca buku.
- Senang diskusi dan bicara panjang.
- Suka seni musik.
- Kiat Untuk Orang Tua :
- Ajak anak belajar tentang bercerita.
- Ajak anak untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi.
- Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
- Gunakan video multimedia pelajaran dengan tentor yang interaktif.
- Minta anak mengeluarkan ide atau pendapatnya secara verbal.
- Membuat rekaman dari poin-poin penting dari materi, dan bisa didengarkan lagi sebelum tidur
- Ciri-ciri :
- Gaya Belajar Gerak (Kinestetic)
Anak dengan gaya ini akan lebih mudah menerima dan mengingat informasi atau pelajaran melalui aktivitas. Anak dengan gaya ini mempunyai rasa cepat tak tahan jika harus duduk manis berlama-lama hanya dengan mendengar atau melihat saja. Tak heran, jika anak dengan gaya ini akan lebih baik jika belajar disertai dengan sebuah gerakan atau kegiatan fisik.
- Ciri-ciri :
- Lebih menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan secara fisik.
- Lebih banyak menggunakan bahasa tubuh.
- Menunjuk kata-kata dengan jari pada saat ia membaca.
- Menghafal sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung.
- Banyak gerak fisik dan punya otot yang baik.
- Mudah belajar dengan praktek langsung.
- Lebih sulit untuk duduk diam dan menatap saat proses belajar.
- Menanggapi perhatian fisik.
- Kiat Untuk Orang Tua :
- Gunakan alat peraga. Seperti papan tulis kecil sebagai media, agar anak tidak harus duduk diam selama belajar. Dengan itu, anak tak akan berfikir bahwa ia hanya akan belajar dengan duduk saja lama saat melihat papan besar, jadi papan tulis kecil bisa jadi solusi baik karena akan mudah pula memindahkan saat anak akan aktif gerak atau mempraktekan.
- Jangan memaksa anak untuk tetap duduk diam dan belajar di meja selama berjam-jam. Ajak ia berjalan ke sekeliling rumah mencari sesuatu yang disiapkan sebelumnya untuk proses pendukung belajar, seperti permainan harta karun dimana pertanyaan diberikan dan jawaban sudah disimpan di tempat tertentu. Tentu ini akan membuat ia senang dan antusias.
- Izinkan anak menguyah permen karet saat belajar. Tapi tetap arahkan kesopanan agar tidak seolah dia menyepelekan pembimbing seperti halnya saat ia di sekolah.
- Ciri-ciri :
Jadi, bagi orang tua sangat perlu mengenali gaya belajar anak sejak usia dini agar kedepannya orang tua tidak perlu marah-marah saat anak belum paham dengan apa yang dijelaskan. ITu bukan karena sang anak tidak tahu, hanya saja belum sesuai dengan gaya belajar anak jadi sulit bagi anak mencerna makna yang dijalaskan. Sebab, anak terlahir dengan karakter masing-masing. Semakin kenal dengan gaya belajar anak akan semakin mudah bagi orang tua megoptimalkan potensi anak.
Disamping itu, anak juga akan mudah mencerna informasi di sekolah ataupun rumah. Tentu saja, artikel ini diharpkan bisa sedikit membantu orang tua yang kesulitan mendampingi anaknya belajar di rumah selama masa pandemi ini. Sekian dari kami, KLINIK GURU Team, Semoga bermanfaat. -dh-
Refernsi : KEMENDIKBUD / KOMPAS Edukasi - dengan penambahan.

Insert code: <i rel="code">Put code here</i> or <i rel="pre">Put code here</i>
Insert image: <i rel="image">Put Url/Link here</i>
Insert title: <b rel="h3">Your title.</b>
Insert blockquote: <b rel="quote">Put text here</b>
Bold font: <b>Put text here</b>
Italics: <i>Put text here</i>
0 Komentar